Apakah kiita sudah merdeka dari penjajahan?
ya, sudah lah.
kita sudah merdeka secara hukum hampir selama 71 tahun.
Ya.. 71 tahun
Bahasan kali ini mungkin sedikit menyangkut kedalam kehidupan sehari-hari.
oke, apakah kalian pernah ditanya oleh guru dengan pertanyaan seperti 'apakah kita sudah merdeka sepenuhnya? terus apa jawaban kalian?
Ada sebagian orang yamg berpendapat, kita belum merdeka, dengan alasan kita masih banyak hutang ke negera luar, kita masih dijajah produk impor, semua tahu hal itu.
Yang saya akan bahas kali ini disini adalah,
maaf kalau saya salah dalam menganalisis, bahwa kita ini masih dijajah dalam hal pola pikir.
bagi teman yang masih sekolah atau sudah lulus khususnya bagi yang sudah lulus, apa yang teman takutkan saat ujian kelulusan, takut tak dapat ilmu? atau takut tak dapat ijazah?
Sebagian dari kita ada yang berpikir bahwa belajar itu untuk mendapatkan pekerjaan, memang tidak salah jika seseorang mengatakan hal tersebut karena ujung-ujungnya juga kita termotivasi untuk mendapatkan keinginan yang kita mau melalui studi yang dipelajari saat bersekolah atau kuliah.
Jika kita melihat sejarah kebelakang sebenarnya pola pikir seperti ini adalah pola pikir dari penjajah untuk mencari babu-babu penurut yang ahli, pola pikir ini membuat kita yang sedang sekolah, bukan untuk mencari ilmu pengetahuan,tapi untuk mencari ijazah untuk bekal mencari kerja.
apa bedanya?
jelas, kalau orang sekolah untuk mencari ilmu pengetahuan, dia mencari ilmu yg bisa menjadi bekal hidupnya kelak. seorang ahli IT, mark zuckenberg belajar di Harvard bukan untuk mencari ijazah harvard. tapi mencari ilmu yg akhirnya berhasil dia dapatkan dan kembangkan menjadi Facebook.
Baca Juga: Orang Indonesia Yang Berpengaruh di Dunia
hal itu sudah biasa dilakukan oleh siswa-siswa di negara maju seperti jepang, inggris, prancis dan negara-negara cendikia lainnya.
Sedkit Ulasan Sejarah
lalu bedanya dengan indonesia?
kita sekolah untuk mendapatkan ijazah. yg dipikirkan adalah bagaimana mengerjakan soal dengan baik agar bisa lulus, dapat ijazah sebagai bukti kompetensi yang memadai untuk menjadi babu.
penjajah tidak menginginkan rakyat Indonesia pintar, produktif dan menghasilkan. mereka hanya ingin kita kompeten untuk menjadi babu mereka.
Apakah benar seperti itu?
kita tidak mau meninggalkan sekolah,
bukan takut tidak dapat ilmu,
tapi takut tidak dapat ijazah.
Nyatanya jika kompeten dan bersungguh-sungguh untuk mencari ilmu, maka tidak menutup kemungkinan kita juga akan mendapatkan ijazah dengan nilai terbaik.
hmm... apakah selama ini pola pikir kita benar-benar cerdas ?
Sedikit membahas mengenai bukti bahwa terdapat beberapa point dimana Indonesia masih dijajah, Indonesia boleh saja dikatakan merdeka secara garis besar, namun tanpa kita sadari kehidupan sosial dan ekonomi tanah air kita ini masih 'dijajah' oleh negara asing sampai sekarang.
Produk Air Mineral
Produk air mineral yang satu ini paling tersohor di Indonesia sampai saat ini masih dikuasai Aqua. 74% saham dari aqua adalah milik Danone yaitu perusahaan Prancis. Bukan hanya produk dari air mineral saja, produk teh Sariwangi ternyata 100% sahamnya dimiliki oleh Unilever Inggris. Selain produk dari air mineral dan teh, produk susu SGM ternyata 82% sahamnya dikuasai oleh Numico asal Belanda.
Produk Sabun dan Pasta Gigi
Unilever memang memilki pengaruh besar bagi beberapa produk yang beredar di pasar Indonesia. Tidak hanya produk minuman, tapi juga beberapa produk sabun dan pasta gigi seperti LUX dan Pepsodent.
Bahan Pangan
Meski menyandang gelar negara agraris, nyatanya Indonesia masih tetap saja mengimpor beras dari negara lain, seperti langanannya Thailand menjadi pemasok beras bagi Indonesia, bahkan beras BULOG pun ternyata beras impor dari Thailand, hadeuuh. masih ada lagi, selain beras, Indonesia juga mengimpor gula dari Malaysia. Gula berlabel Gulaku ternyata bukan produk asli Indonesia, masih ada lagi? banyak.
Kendaraan
Pernahkah kalian naik mobil atau motor buatan Indonesia? Mungkin belum, karena selama ini kendaraan seperti mobil dan motor yang bebas berkeliaran di Indonesia adalah buatan Jepang, China, Eropa atau India. Masih ingat dengan mobil Esemka??
Jadi pada dasarnya kita tidak bisa menghindari penggunaannya seperti berbagai macam jenis produk maupun jasa, yang sebenarnya bukan produk asli asal Indonesia,
Semoga bahasan ini bisa sedikit menambah pengetahuan teman semua dan seperti biasa Terima kasih.
Pertanyaan yang sampai saat ini masih ada dibenak pikiran saya yaitu 'Apa yang akan terjadi jika indonesia bukan negara kepualauan??'? adakah diantara teman semua yang berpikiran seperti ini atau hanya saya seorang? , mungkin artikel kali ini bukan mengenai bahasan berdasarkan fakta yang ada melainkan opini yang saya tuangkan dengan bahasa saya sendiri dan materi yang mungkin beberapa diantaranya perlu didiskusikan dengan teman semua,
Faktanya Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, tapi apa jadinya jika Indonesia negeri kita tercinta bukan lagi sebuah negara yang terbagi kedalam beberapa pulau besar yang sudah kita ketahui atau lebih tepatnya bukan negara kepulauan sama seperti sebagian besar negara-negara yang terdapat Eropa sana, lantas apa yang akan terjadi??
Berikut beberapa point mengenai hal yang mungkin terjadi, jika Indonesia bukan negara kepulauan :
Keliling Indonesia jadi lebih dekat
Apa yang terlintas dipikiran, saya tuliskan seadanya.. jika teman seorang yang suka berlibur atau hanya sekedar menghabiskan waktu luang dengan pergi berwisata ke luar kota, mungkin akan terasa berbeda jika keliling Indonesia dalam satu wilayah atau pulau besar karena tidak harus naik pesawat,
Kalian tahu kan kalau Indonesia merupakan negara maritim dimana sepertiga bagian dari negara kita itu adalah lautan, Secara geografis, Indonesia letaknya diapit oleh 2 benua (Asia dan Australia) dan diantara 2 samudra (Hindia dan Pasifik). Nah kalau dibuat garis bakal membentuk garis silang . Garis tersebut biiasanya disebut sebagai "posisi silang", akibatnya Indonesia menjadi persimpangan lalu lintas dunia entah darat, laut atau udara.
Indonesia lebih banyak memiliki batas laut dibandingkan dengan batas darat. Hal ini terbukti dengan adanya 10 negara yang terhubung dengan Indonesia secara laut, dan hanya 3 yang terhubung lewat daratan,
Budaya yang sama
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa salah satu yang membentuk keragaman Indonesia yaitu perbedaan budaya baik budaya asli pribumi maupun akibat pengaruh dari budaya luar, semisal dari jalur perdagangan, memang ada bebeberapa fakta yang menyebutkan bahwa keragaman budaya tidak hanya dipengaruhi oleh wilayah suatu kelompok budaya yang berbeda,
namun apa jadinya jika budaya budaya atau keragaman budaya di Indonesia tunggal atau hanya memiliki satu suku budaya, misalnya budaya batak saja, jawa saja, atau papua saja. kebayang gak jika hal itu mungkin terjadi.
Dari sisi pembangunan
Menurut informasi yang saya kutip dari bakosurtanal.go.id, bahwa dalam peraturan Hindia Belanda ini, pulau-pulau di nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya memiliki laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti, kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut. Kondisi ini tidak sesuai dengan kepentingan keselamatan dan keamanan NKRI.
Disamping itu sebagai negara maritim, NKRI telah melalui perjalanan panjang hingga bisa seluas sekarang. Ada 5 (lima) tahap perkembangan luas wilayah NKRI:
- Wilayah NKRi pasca kemerdekaan (17 Agustus 1945) hingga Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957).
- Wilayah NKRI Setelah Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957) hingga Deklarasi Landas Kontinen (17 Februari 1969).
- Wilayah NKRI Setelah Deklarasi Landas Kontinen (17 Februari 1998) hingga 1998 (Lepasnya Timtim).
- Wilayah NKRI Setelah 1998 hingga sebelum Sidang UN CLCS (17 Agustus 2010).
- Wilayah NKRI Pasca Sidang UN CLCS Agustus 2010) hingga sekarang.
Selain itu mengenai bahasan wilayah NKRI dari masa ke masa , menurutku salah satu faktor yang menjadi sebagian wilayah Indonesia belum berkembang secara optimal itu dikarenakan belum mendapatkannya perhatian secara merata pada wilayah-wilayah di seluruh Indonesia karena masalah utamanya tidak lain yaitu wilayah Indonesia yang begitu luas,,
So,, jika wilayah negara Indonesia maka tidak menutup kemungkinan pembangunan di Indonesia akan berjalan dengan baik, tapi ingat teman 'kemajuan suatu negara itu tidak hanya bergantung dari pemerintah saja'
Sekian sedikit bahasan untuk kali ini, mengenal memang masih banyak hal hal yang terjadi jika Indonesia bukan negara kepulauan, so.. jika teman memiliki pendapat tersendiri jangan sungkan untuk menulisnya di kolom komentar atau dikirim via email.
Berkembang?? - Pada sore yang cukup mendung ini, saya akan menggoyangkan jari jemari saya dengan menulis beberapa opini khususnya dari saya pribadi dan beberapa sumber terkait, maksud sumber yang terkait disini beberapanya berasal dari keluarga khususnya kedua orang tua saya bahasan kali ini yaitu mengapa Indonesia sampai saat ini 'belum maju'??. Mungkin inilah pertanyaan beberapa orang yang mungkin kailan juga termasuk, kenapa sih indonesia belum maju? atau kapan indonesia akan maju? Pertnyaan tersebut sebenarnya sudah ada sejak bapak saya duduk dibangku sekolah dasar tepatnya 'Madrasah Ibtidaiyah', memang pada saat itu saya sih tidak terlalu serius mempertanyakan hal tersebut karena diwaktu itu kebetulan kami sekeluarga sedang menonton acara tv yaitu reality show yang tayang setiap sore pada hari senin s/d jumat di salah satu stasiun televisi swasta 'memang bukan acara tv kesukaan tapi ya mau gimana lagi, remot tv yang megang siapa.. maklumlah dirumah hanya punya satu televisi' kembali ke topik bahasan. Tepat pada siaran berita tersebut menayangkan tentang potret kemiskinan yang ada di Indonesia.

Disini saya tidak akan membahas mengenai isi dalam acara tv tersebut, tapi hal yang membuat saya penasaran yaitu kenapa indonesia sampai saat ini belum ada kemajuan yang signifikan, signifikan yang saya maksud disini yaitu dari segi kemajuan merata diseluruh Indonesia. Opini tersebut diambil dari ucapan bapak saya "ti baheula sakola MI Indonesia can wae maju-maju" kalo diterjemahkan kedalam bahasa ndonesia sejak dulu sekolah MI Indonesia belum juga maju, jika saya tarik kesimpulan menurut pemikiran sendiri bahwa kurang lebih dari 53 tahun, Indonesia masih belum menjadi negara maju.
Hal tersebut terbukti masih banyaknya kemiskinan dan pendidikan yang tidak merata di beberapa daerah di Indonesia khususnya Indonesia bagian timur, memang Indonesia sejak dulu juga bisa memulai langkah untuk menjadi negara maju 'dari mana pendapat itu muncul' jika kalian pernah mendengar istilah zamrud khatulistiwa hal tersebut pasti berkaitan dengan kekayaan Indonesa khususnya kekayaan alam yang begitu melimpah dimulai dari kekayaan, okelah saya sebutkan beberapa kekayaan alam indonesia yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lain dimulai dari tambang emas kulitas terbaik 'meski berada di negara kita tapi bukan kita yang punya', cadangan gas alam terbesar 'kenapa terkadang gas elpiji mahal?', tambang batu bara terbesar 'tarif listrik kadang naik kadang turun', Kesuburan tanah terbaik di dunia 'kenapa kita masih meng-impor beras, dan makanan pokok lainnya?', Lautan terluas dan terkaya 'ada perubahan yang sangat baik, mendengar kata TENGGELAMKAN you knwo lah bu menteri itu', hutan tropis terbesar di dunia 'tapi kenapa dibakar', tempat wisata eksotis terbesar di dunia 'salah satu kebanggaan negeri tercinta kita', Pulau 'mohon agar tidak menjualnya lagi', negara maritim terbesar di dunia 'INILAH NEGERI KITA, INDONESIA'.
Dari sedikit bahasan diatas diantara kalian mungkin ada yang langsung bisa mengkap bahwa sebenarnya Indonesia bisa menjadi negara maju melalui faktor pendukung kemajuan Indonesia melalui kekayaan yang dimiliki, meskipun faktor penting yang menjadikan suatu negara maju itu adalah sumber daya manusianya itu sendiri yang mempengaruhi terbentuknya negara maju adalah penguasaan IPTEK yang tinggi setiap individu yang mempunyai kreatifitas atau pola pikir yang lebih baik.
Ada juga pendapat yang dikemukakan oleh mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa menyebutkan ada 3 faktor penghambat negara berkembang untuk menjadi negara maju, ada 103 negara berkembang dan yang berhasil menjadi negara maju hanya 13 negara. Negara yang tidak bisa maju tersebut menurut Hatta telah terjebak dalam Middle Income Trap. Hatta menjelaskan, setidaknya ada 3 faktor utama yang menjadi dasar persoalan negara berkembang untuk menjadi negara maju, salah satu faktornya adalah pembangunan infrastruktur yang lambat. Ada 3 faktor utama, basic persoalannya adalah pembangunan infrastruktur dan ini sangat fundamental.
Terlepas dari itu semua peran dan ikut serta yang nyata bukan omong doang bagi warga Indonesia itulah sangat penting, maka dari itu saya mengajak kepada teman-teman semua jadilah sukses di panggung kalian masing-masing. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak baik dan oleh karena itu saya tunggu saran dan kritik mebangunnya. Terima kasih.
KORUPTOR - apa hal yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata KORUPTOR?? terus jika berpkiran tentang hukuman yang pantas bagi para koruptor di Indonesia, menurut kalian seperti apa??? dalam kasus ini, saya akan membahas beberapa fakta menarik dan unik mengenai pemikiran liar dari sebagian masyarakat indonesia termasuk saya sendiri yang mengutarakan kekesalannya terhadap beberapa pihak yang melakukan tindak korupsi. Tapi sebelum saya bahas lebih jauh alangka baiknya kita simak dulu apa yang dimaksud dengan korupsi dan mengapa seseorang bisa melakukan tindak korupsi.

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Wikipedia
Penjelasan lebih detail dan bukti realnya bisa kalian lihat di stasiun tv 'you know lah', oke selanjutnya saya bahas mengenai tentang hukumannya sendiri, menurutku kuruptor sendiri sudah menjadi hama yang harus dibasmi secara tuntas dari negara namun terkadang proses hukum yang lama dan berbelit menjadikan koruptor mendapatkan kesempatan untuk terbebas dari tuntutan hukum lain ceritanya lagi jika kita mendengar cerita lama yaitu 'seorang maling ayam' harusnya sih ini dibuat sebuah film, hehehe.
nah kalau kasus 'maling ayam' ini jika diibaratkan cahaya menembus kegelapan karena saking cepatnya proses hukum seorang maling ayam. Memang masih banyak kisah perbandingan yang memilukan antara Maling Miliaran dengan Maling lima ribuan (istilah yang saya buat sendiri), ya contohnya seperti seorang nenek tua (Lampung) yang dituntut 2.5 tahun penjara atas dasar tuntutan perusahaan karena mencuri singkong, wow sungguh .... mungkin singkongnya, singkong emas. hahaha, masih banyak kasus konyol mirip dengan kasus tersebut.
Awal Mula Korupsi Di Indonesia
Menurut beberapa informasi yang saya dapatkan dari berbagai media di Internet bahwa awal mula korupsi akibat tragedi 30 september dan orde baru berkuasa penyebabnya adalah akibat adanya perubahan kebijakan, tepatnya kebijakan mengenai ekspor tak lagi dipegang daerah, melainkan pemerintah pusat. Kondisi tersebut menyebabkan perpindahan besar-besaran kantor pusat yang bermula berada di daerah ke ibu kota Jakarta. Pemerintah pada saat itu memutuskan mengubah sistem perpajakan di mana perhitungan pajak ditentukan sepenuhnya oleh pusat. Jika dijelaskan kalau di daerah perhitungan dilakukan berdasarkan realita ekspor, berdasarkan hasil nyata. Lain lagi ceritanya jika yang pada awalnya kantor berada di daerah berpindah ke ibu kota Jakarta, itulah yang menjadi awal mula korupsi.
Koruptor Enaknya Diapain, Guys!
Banyak diantara kalian yang menginginkan koruptor dihukum berat seperti hukuman penjara seumur hudup, hukuman dengan cara dimiskinkan sampai hukuman mati, namun kabar buruknya hal tersebut bertentangan dengan HAM, yap lagi-lagi HAM banyak orang licik yang membela kebebasan dirinya dengan mengatasnama-kan HAM, apa sih arti sebenarnya dari HAM?? dan untuk siapa 'HAM' layak didapatkan??. Dari informasi yang saya dapatkan ada salah satu pandangan berbeda mengapa koruptor harus dikuhum mati alsannya yaitu Teten Masduki, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) menurutnya Seorang megakoruptor lebih jahat dari tentara yang membunuh demonstran.
Jika saya bandingkan hukuman bagi koruptor di negara lain seperti China, Vietnam, Singapura Dan Taiwan kebanyakan negara-negara dari Asia. Di China saja, siapapun yang korupsi lebih dari 100.000 yuan atau USD 16.340 atau sekitar Rp 193 juta bisa dipidana hukuman mati. wow, cukup membuat bulu ketek koruptor berdiri, sebenarnya Indonesia juga bisa menerapkan hukuman mati bagi para tikus berdasi tapi ya itulah "kendalanya", seharusnya bagi seseorang yang melakukan korupsi dengan nominal yang begitu wow harus dianggap hina layaknya SAMPAH atau dibuat malu bisa melalui media sosial, surat kabar atau media informasi lainnya.
Kesimpulan Yang Random
Koruptor=Hama, so.. kalian pasti tahu apa yang harus dilakukan jika ada hama di negeri kita tercinta INDONESIA , jika nantinya Indonesia terbebas dari serangan "hama" maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi negara maju dan tidak menghutang sana, sini harapan kita sebagai rakyat Indonesia kepada pemimpin hanya satu "koruptor dihukum seberat beratnya.
Terimakasih kepada kalian semua jika membaca sampai selesai, maaf jika ada kata yang bercampur dengan isi curhatan penulis dan berbalut emosi 'kekesalan'. #IndonesiaMaju