Tuesday, October 4, 2016

Betapa Uniknya Hantu Di Indonesia "Pocong"

Betapa Uniknya Hantu Di Indonesia - Betapa unik ndasmu :v Mmmm... Sempat bingung mau masukin kedalam kategori yang mana antara berita unik, humor, atau misteri/horor tapi ah sudah lah berhubung pocong adalah sosok yang sering membintangi film-film horor di Indonesia maka saya putuskan Misteri, dari judul diatas mungkin kalian sudah bisa menebak bahasan kali ini akan seperti apa, yapp Pocong keliling fenomena yang memang cukup langka terjadi di Indonesia apalagi dengan adanya media sosial menjadikan sosok pocong begitu terkenal hingga dijadikannya kedalam sebuah film horor yang berjudul Pocong dan seri lanjutannya yaitu Pocong 2 dan Pocong 3. 

Meskipun di film-film pocong sering digambarkan bergerak melompat-lompat, hal ini bisa kita dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu di masyarakat. Pernah saya mendengar dari orang tua jika ada orang yang meminta tumpangan dijalan pada malam hari pertama lihat dulu kakinya ngangkang atau menginjak tanah. Okey saya tulis aja disini sedikit gambaran bahasan kali ini, disini saya akan membahas tentang betapa uniknya dan mungkin kocak hantu di Indonesia yaitu Pocong, karena bahasan mengenai asal mu asal pocong dari mana itu sudah menjadi berita lama dan sudah banuak orang yang tahu. ya gak usah panjang lebar lagi simak aja bahasannya dibawah ini.



Nasib Pocong Dalam Film Horor Masa Kini 

nama pocong dijadikan kedalam judul film yang terkesan merusak pencitraan pocong
Ditengah perkembangan film horor di Indonesia justru tidak sedikit nama pocong dijadikan kedalam judul film yang terkesan merusak pencitraan pocong, hahaha karena  jika bisa, mungkin pocong tersebut akan menuntut H.A.P Hak Asasi Pocong agar nama mereka tak digunakan oleh manusia dengan seenaknya, ya elahh :v . 

Seperti beberapa film horor ini Bukan Pocong Biasa, Dendam Pocong Mupeng, Kepergok Pocong, Kung Fu Pocong Perawan (judul macam apa ini :v), Pocong Keliling, Ada Apa Dengan Pocong? (bayangin aja kalau alur ceritanya seperti AADC) Penganten Pocong, Sumpah (ini) Pocong, The Real Pocong (coming soon in cinema ya elah sudah coming, uyy), Pocong Kesetanan, Pocong Mandi Goyang Pigul (bodo amat sama pocongnya yang penting goyangannya itu, loh :v TERLALU), dan yang terakhir Pocong Ngesot (udah kagak bisa lari disuruh ngesot, sib.. nasib).

Mungkin niat produser film itu ingin menarik para penonton galau dengan judul yang catchy. Namun terkadang judul tersebut dibuat terlalu lebay/berlebihan dan lari dari konteks sebenarnya. Sehingga banyak penonton heran hanya dari mendengar judulnya saja, tapi kembali kepada pribadi merekanya masing toh duit, duit mereka buat film dengan judul apa aja terserah mereka. 



Sosoknya Pocong Seperti Apa?

Sebenarnya apa sih itu? Kenapa Sebegitu terkenalnya? nah, Pocong merupakan hantu atau setan (bagi percaya) yang digambarkan merupakan orang mati yang dibalut kain kafan berwarna putih (jelasnya seperti lontong) yang memiliki ciri khas dalam berjalan, you knowlah. Dipercayai bahwa adanya pocong dikarenakan ketidaksempurnaan dalam melakukan penguburan orang mati. Terutama karena tali pocong yang lupa dilepas (ooopss maaf lupa). 

Setan pocong ini mempunyai wajah yang buruk rupa dan katanya tidak memiliki mata namun sebagian lagi menggambarkan pocong memiliki mata yang berwarna hijau (mungkin pocong rabies). Menurut mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia pocong bisa dimusnahkan dengan cara melepaskan tali pocong yang lupa dilepas tadi.
(untuk foto realnya silahkan cari sendiri)


Pernah Ada Penampakannya, Loh

Beberapa waktu yang lalu,masyarakat kita digegerkan oleh penampakan pocong keliling. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana cerita ini bisa tersebar luas di masyarakat apalagi ketika adanya video pocong keliling,masyarakat semakin yakin bahwa setan tersebut ada dan sedang berkeliaran. Jujur saja sebenarnya kejadian seperti ini juga terjadi di tempat tinggal saya tepatnya kampung sebelah, tapi toh buktinya saya tidak melihat atau bahkan mendengar ketukan pintu di malam hari, itu semua tergantung pada pribadi masing-masing 'semakin kita tersugesti dengan keberadaan sesuatu maka kita akan semakin percaya meskipun kita sendiri belum mengetahuinya secara pasti'  #SotoyMode. Intinya jika kalian tidak percaya langsung olah TKP (itu juga kalau masih ada pocongnya) .

Seperti yang dilansir Merdeka tentang penampakan hantu pocong keliling di daerah Balikpapan, Kawasan tempat pelelangan ikan (TPI) kelurahan Manggar Baru, kecamatan Balikpapan Timur, Kalimantan Timur, tengah digegerkan isu pocong keliling sepekan terakhir. Banyak warga melihat hantu itu gentayangan di wilayahnya. Mereka menduga hantu itu merupakan jenazah seorang warga belum lama ini dimakamkan, namun tali ikat pocongnya belum dilepas. Kabar ini merebak berawal dari postingan di Facebook. Isu pocong keliling santer di lingkungan warga RT 39, RT 02 dan RT 32. Kabar itu pun juga sampai di perbatasan Manggar Baru, di Manggar Lama.

Guna meredam isu itu, warga bersama aparat Babinkamtibmas Polri dan TNI, berinisiatif mendatangi keluarga dari seorang warga meninggal belum lama ini. Dalam pertemuan itu, pihak keluarga mengakui bahwa jenazah belum dilepas tali ikat pocongnya. adi, sebagian warga percaya ada pocong gentayangan karena ada yang pernah melihatnya, sebagian lagi tidak percaya,

Merdeka.com

Warga Manggar Baru lainnya, menilai ada beberapa pandangan berbeda di tengah masyarakat, tentang perlakuan pocong sebelum dan saat dimakamkan. Perbedaan cara pandang itu soal perlu tidaknya tali pocong dibuka. Kalau tidak (dibuka), bisa jadi pocong gentayangan ke sana kemari. Tinggal masing-masing pemahaman masyarakat sendiri.



Kesimpulan?

Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.


*Maaf jika bahasa yang saya gunakan tidak sesuai E.Y.D

Author: