Tuesday, August 23, 2016

Kopi Khas Indonesia Yang Mendunia

Kopi Asal Indonesia Yang Mendunia - Kopi! Yupp, minuman yang satu ini memang udah sejak lama dikenal untuk dikonsumsi. Bicara tentang kopi di Indonesia pasti yang ada di benak adalah kopi yang sudah sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia, yakni Kopi Luwak. Kopi yang dibuat dari kotoran luwak atau musang ini sangatlah terkenal akan kenikmatanya. Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Asal-usul

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa, pulau Sumatera dan sebahagian Indonesia Timur. 

tentang kopi di Indonesia pasti yang ada di benak adalah kopi yang sudah sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia, yakni Kopi Luwak

Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Timor dan Flores. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia mulai terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah penjajahan Belanda sempat memutuskan untuk mencoba menggantinya denga jenis Kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit yaitu kopi Liberika dan Ekselsa. Namun didaerah Timor dan Flores yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis tidak terserang hama meskipun jenis kopi yang dibudidayakan disana juga kopi Arabica.

wikipedia

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

Sementara itu apa sajakah jenis kopi asal Indonesia yang dikenal dan dinikmati oleh masyarakat dunia, berikut beberapa jenis kopi khas Indonesia yang mendunia.



1. Kopi Luwak

Kopi yang satu ini kalian semua pernah atau mungkin sering meminum kopi jenis ini, sebenarnya kopi yang satu dikenal oleh masayarakat dunia karena suatu proses dan cita rasa dari jenis kopi lainnya, 
Bahas Kopi Luwak

Kopi Luwak terbuat dari bauh kopi yang telah dimakan oleh dan melewati saluran pencernaan dari jenis luwak yang bernama Luwak. Kucing ini terkenal kemampuannya untuk? mencerna dan hanya makan buah terbaik yang cocok untuk kopi yang berkualitas.
Kacang seluruhnya akan dikeluarkan, tanpa pencabutan apapun. Karena sistem pencernaan sederhana dari kucing Luwak, biji masih terbungkus kulit keras dan tidak hancur selama konsumsi dan malah merilis utuh dengan kotoran Luwak.

Enzim dalam perut luwak selama proses pencernaan semalam menambahkan? Avor ke coff? Ee dengan memecah protein. Selanjutnya, tingkat ffeine ca? Dan konten keasaman akan secara alami diturunkan. Hal ini menambah lapisan baru dari aroma manis dan menciptakan bertubuh penuh kompleks? Avor dengan bersih dan panjang rasa abadi. Hanya Luwak mampu melakukan hal ini, manusia tidak pernah bisa meniru ini!



2. Kopi Wamena

Kopi Arabika Wamena merupakan salah satu kopi produk Indonesia yang sudah mulai dikenal di seluruh Indonesia dan manca negara. Kopi Arabika Wamena tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya Wamena tanpa menggunakan pupuk kimia, sehingga kopi Arabika Wamena merupakan kopi Organik karena tumbuh subur secara alami. Para petani kopi dibina langsung oleh Pemerintah Daerah dari Dinas Perkebunan dan Tanaman Pangan Wamena dan juga dibantu oleh Amarta dari Amerika untuk mengolah hasil panen kopi mereka.

 "Apakah kopi Wamena itu sama dengan Kopi Baliem?" Atau "Apa baliem sama dengan Wamena?"

Nama Baliem juga terkait langsung dengan Kali Baliem atau Sungai Baliem. Sungai ini mengalir mulai dari Balingga di Puncak Jaya sampai berakhir di Laut, namanya satu saja, yaitu Sungai Baliem. Dan orang-orang yang mendiami sepanjang kali ini, khususnya di wilayah lembah besar atau dalam bahasa Inggris disebut Grand Valley ini disebut Baliem 
(Baliem Valley).

kopiwamena

Dalam siaran tahun 2009 disebutkan yang diekspor ialah Kopi Baliem Arabica. Jadi, bukan Kopi Wamena yang diekspor, dan bukan juga Kopi Papua, tetapi Kopi Baliem Arabica. Yang mengekspornya ialah KSU Baliem Arabica, bukan Dinas Pertanian dan Perkebunan, bukan pemerintah kabupaten lewat dinas apapun. Ekspor inipun tidak dilakukan atas bantuan pemerintah, tetapi murni swadaya masyarakat, yang ditopang oleh USAID-AMARTA.



3. Kopi Sumatera

Kopi Sumatra terkenal akan rasanya yang lembut smooth dan sedikit manis. Kopi Sumatera sendiri beragam sesuai dengan lokasi asalnya, seperti kopi Aceh Gayo, kopi Sidikalang, kopi Mandailing, kopi Lintong dan kopi Lampung, , dan. Semua jenis kopi tersebut memiliki  aroma dan rasa yang khas.

Kopi Sumatra termasuk salah satu kopi termahal. The Guardian melaporkan kopi luwak asal Sumatra sebagai kopi termahal di dunia. Mereka juga melaporkan perbandingan harga kopi Sumatra dengan kopi asal Brazil di mana harga kopi Sumatra lebih mahal. Tidak heran jika kopi Sumatera menjadi favorit warga Athens Ohio.



4. Kopi Jawa

Kopi Jawa atau “Java” merupakan salah satu jenis kopi yang berpengaruh di dunia sampai-sampai “Java” merupakan slang bahasa Inggris untuk kopi. Produksi kopi di Jawa dimulai pada abad ke-17 oleh pemerintah kolonial Belanda dan Jawa menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia sejak saat itu.

Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi Jawa diproses secara basah (wet process).  Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi Kopi Jawa Arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur Pulau Jawa, dengan ketinggian pegunungan 1400 meter. Kopi ini dibudidayakan pertama kali oleh kolonial Belanda pada abad 18 pada perkebunan besar.



5. Kopi Toraja

Kopi Toraja masuk nominasi kopi terbaik dunia hingga masuk 10 besar. Kopi Toraja yang familiar dan dibudiyakan di Provinsi Sulsel tentu merasa bangga sebagai masyarakat lokal sebab Kopi  Robusta dan Arabika Toraja masuk 10 besar kopi terbaik dunia dan menempati posisi kedua setelah Columbia posisi pertama.

Toraja memang terkenal dengan kopi berkualitas tinggi setelah Aceh dengan kopi Gayo-nya. Sejatinya kopi Toraja sendiri memiliki kopi dengan rasa yang khas. Rasa khas kopi Toraja terbentuk oleh perpaduan tanah dengan kopi itu sendiri. Aroma khas dari kopi Toraja menjadikannya kopi dengan komoditi ekspor yang menggiurkan. Kopi kebanyakan yang memiliki rasa pahit begitu pekat berbeda dengan kopi Toraja yang mampu menghilangkan rasa pahit pada kopi secara cepat. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan asam yang rendah serta bobot dari kopi tersebut terhitung rendah.

Author: